Tentang Bapak

“Bapak”


Entah sajak kapan gw mulai memanggil beliau dengan sebutan itu, karena sebelumnya selalu memanggil Papa, sekarang gw biasa memanggil beliau bapak dan juga papa, tergantung lagi ingin manggil apa sih sebenarnya.

Bapak, orangnya pendiam, tidak banyak berbicara kecuali sama keluarga sendiri, terutama dengan mama yang katanya “my best friend forever” awww so sweet :). Orang yang mempunyai banyak sekali ilmu dan sudah banyak mengalami berbagai dinamika kehidupan, pengalamannya akan hidup menurut gw sudah sangat banyak… sangat resourceful, dan bijaksana. Terlebih hal lain yang sangat sangat gw kagumin adalah kepintarannya dan pengetahuannya untuk berbagai macam hal, dari pelajaran2 kuliah, research, teknologi pastinya, sampai mengenai hubungan pertemanan dan bagaimana menyukai orang sewajarnya. Orang yang sangat sabar dan sangat mandiri dalam mengurusi segenap keperluan hidupnya.

Bokap gw, bekerja di salah satu perusahaan pembuat komputer ternama. Tetapi beliau tidak bekerja di Jakarta, jadi gw enggak bisa bertemu setiap hari. Paling hanya sekitar 2-3 minggu sekali setiap beliau berkunjung ke tanah air. Dan itu adalah minggu2 bahagia di mana bokap sedang berkunjung ke Jakarta.

Banyak orang yang bilang kalau anak cewek dijaga banget sama bapaknya, anak cewek itu pasti lebih dekat sama bapaknya ketimbang ibunya, bapak itu galak ke anak cewek, atau pernah dengar juga bapak itu paling gak rela kalau anak ceweknya udah punya banyak teman cowok. 

Semuanya benar! Kecuali yang galak. 

Menurut gw, bokap gw tidak galak sama sekali ke gw, maupun ke abang gw. Mungkin lebih tegas aja ke abang gw tapi bukan berarti dia galak, sama sekali tidak. Tapi yang jelas, gw tau kapan bokap udah enggak suka sama apa yang gw perbuat atau bokap udah enggak setuju sama keinginan gw.. I know him so well nampaknya.

Enggak terasa kalau udah dari gw kelas 1 SMP (sekitar tahun 2000-2001) bokap mulai bekerja di Singapore dan kita jadi enggak bisa tinggal serumah. Rasa kangen akan bokap gw saat itu enggak tertolongkan, kayaknya setiap bokap balik ke Singapore kalau habis berkunjung ke Jakarta bikin gw pengen nangis banget. Alhamdulilahnya bokap rajin nelpon setiap hari meski yang pasti beliau ajak bicara adalah nyokap gw keseringan dan ngobrol sm gw kalau gw lagi enggak sibuk aja. 

Lambat laun teknologi berkembang dan sekarang kita selalu whatsapp-an kalau misalnya beliau lagi enggak sama gw. Bokap emang canggih, enggak kayak anaknya yang pasti panik kalau pakai teknologi yang enggak umum. Haha. That’s something I adore the most too. 

Sekarang ini mungkin gw udah lebih bisa berpikir sendiri tanpa bentar2 harus ada bokap di samping gw, tapi tetep aja, ternyata keinginan gw untuk bokap gw bisa cepat balik lagi di Indo dan for good semakin lama semakin besar. Akan lebih tenang jika beliau ada di sini, dan gw bisa lebih cepat mendapatkan informasi atau bantuan2 lainnya. Baru gw sadari ternyata gw yang makin manja, karena gw merasa kehidupan gw semakin berubah dan menyadari bahwa gw butuh banget kehadiran beliau untuk bisa mendengarkan cerita-cerita gw. 

Singkatnya, beliau adalah role model gw. Dalam segala hal, dimulai dari pengetahuan untuk bahan kuliah, untuk gaya bekerja, untuk kepintaran dalam menyerap segala ilmu, dalam bersikap seperti misalnya open-minded, knowledgeable, witty, resourceful, technology-minded, dan satu hal yang gw suka adalah liberal! Terlebih lainnya, he’s a kind of man that I’m looking for a guy. I mean, I will be delighted if a guy looks like him, especially in terms of “inner behaviour” apalah namanya itu. If someone has these kinds of personality, man, I’m so looking for you! :P 

And last but not least, bokap adalah orang pertama yang akan gw tanyakan mengenai sesuatu yang gw ragu, intinya sebelum membuat keputusan pasti kebanyakan referensi gw adalah dari beliau, terlebih soal pekerjaan dan juga kuliah, dan juga membeli barang2 elektronik.. 

Sekian dan terima kasih :)

Best regards,

Nana Choesin.